SOLO (jawa tengah)


makanan khas solo

  1. nasi liwet
Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo. Nasi liwet adalah nasi gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasi uduk, yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa).

Penduduk kota Solo biasa memakan nasi liwet setiap waktu mulai dari untuk sarapan, sampai makan malam. Nasi liwet biasa dijajakan keliling dengan bakul bambu oleh ibu-ibu yang menggendongnya tiap pagi atau dijual di warung lesehan (tanpa kursi). Tempat paling terkenal untuk penjualan nasi liwet (warung lesehan) adalah di daerah Keprabon yang hanya berjualan pada malam hari.

nasi liwet (khas solo)

nasi liwet (khas solo)

Bahan :
NASI GURIH
Bahan:
1 btg sereh, dimemarkan
2 sdt garam
4 lbr daun salam
400 gr beras
800 ml santan

OPOR AYAM :
1 ekor ayam kampung di potong 4
4 butir telur bebek di rebus, kupas kulitnya (bisa pake telur pindang
juga)
2 pasang ampela ati rebus (ampela sudah empuk)
beberapa butir uritan (telur muda)
minyak goreng untuk menumis
2 liter santan dari 1 butir kelapa (kental dan encer campur jadi satu)

Bumbu halus:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
garam

Bumbu lain:
2 potong lengkuas
4 lembar daun salam

Cara olah :
NASI GURIH
1. Beras dicuci bersih.
2. Santan, garam, sereh dan daun salam dicampur kemudian direbus sampai mendidih, sesudah mendidih masukkan beras sambil diaduk hingga santan kering, angkat, diamkan sebentar lalu kukus sampai matang, angkat.

cara:
tumis bumbu halus dan bumbu lain dengan sedikit minyak sampai harum,
masukkan ayam, telur rebus dan ampela ati, tambahkan santan, masak
sambil di aduk2
agar santan tidak pecah, sampai ayam matang dan empuk
pisahkan santan dan isinya. (ayam dan lain2nya biarkan kering tanpa
kuah)
ampela ati di potong2, di tusuki dengan tusuk sate
uritan di tusuki dengan tusuk sate.
nanti hasil tusukan ini di celup di kumut
ayam di suwir2
kuah opor : pisahkan yang kental dengan yang bening, sisihkan

SAMBAL GORENG LABU SIAM
2 buah labu siam iris seperti korek api, rendam sebentar dengan air
kapur sirih, tiriskan
3 sendok makan cabe giling
2 iris lengkuas
2 lembar daun salam
1 sendok makan minyak
1 st gula pengganti Vetsin
segenggam cabe rawit (bila suka pedas)

cara:
tumis cabe giling+ lengkuas dan daun salam dengan sedikit minyak
sampai
harum. tambahkan kuah opor bening (daur ulang bekas opor ayam),
masukkan cabe rawit utuh. tambahkan gula pasir 1 st, masukkan labu
siam,
masak sampai labu matang.
jika perlu, tambahkan garam (biasanya gak perlu, karena saat masak
opor ayam
sudah cukup asin)

KUMUT
150 cc santan kental (daur ulang bekas opor biar ada gurihnya ayam)
2 putih telur kocok sampai kaku kayak bikin puding busa.

cara:
didihkan santan, masukkan telur putih, sambil tetap diatas api kecil,
diaduk
secukupnya, asal busa telur menggumpal dan matang.

TELUR DADAR TIM/KUKUS
150 cc santan kental bekas opor (atau sisanya)
campur dengan 4 butir telur+2 kuning telur sisa kumut
aduk sampai bercampur rata. Tambahkan garam bila perlu.
Buat takir dari daun pisang, tuang telur, kukus hingga matang.

Cara Penyajian :
Sepincuk nasi (pincuk = tatakan makan dari daun pisang)
atasnya di kasi sesendok sayur sambal goreng labu siam plus sedikit
kuahnya
Taruh ayam opor suwir, telur opor yang di belah
Taruh satu-dua sendok makan telur dadar tim
atasnya di kasi sesendok kumut.
Makan dengan suru (sendok dari daun pisang).

2. Timlo Solo

timlo solo

timlo solo

TIMLO Solo merupakan hidangan berkuah bening yang terdiri atas sosis ayam yang dipotong-potong, telor ayam pindang dan irisan hati serta ampela ayam.

Bahan-bahan:

– 250 gram fillet ayam, rebus, suwir-suwir

– 2 siung bawang putih, haluskan

– 3 butir bawang merah, haluskan

– 3 sendok makan kecap manis

– 1/4 sendok teh garam

Telur pindang:

– 4 butir telur rebus, kupas

– 1.000 ml air

– 1 genggam kulit bawang merah/bawang putih

– 5 lembar daun salam

– 10 lembar daun jambu biji (jambu klutuk)

– 1 sendok makan garam

Kuah:

– 3 sendok makan minyak goreng, untuk menumis

– 4 siung bawang putih, memarkan, cincang halus

– 1 batang daung bawang, iris halus

– 1 batang serai, memarkan

– 2 lembar daun jeruk purut

– 1.000 ml kaldu ayam

– 1 sdt merica bubuk

– 1.5 sendok teh garam

Pelengkap:

– 5 buah hati ayam, rebus dengan bawang dan garam, potong-potong

– 5 buah sosis solo, potong-potong

Cara membuat:

– Ayam timlo: tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum.

– Masukkan ayam suwir, tambahkan kecap dan garam.

– Tuangi dengan sedikit air, masak hingga bumbu meresap dan air menyusut. Angkat.

– Telur pindang: rebus air bersama semua bumbu hingga mendidih.

– Masukkan telur rebus, didihkan kembali. Angkat, diamkan beberapa saat hingga warna kulit telur berubah kecokelatan. Tiriskan.

– Kuah: panaskan minyak goreng. Tumis bawang putih, daun bawang, serai, dan daun jeruk hingga harum.

– Masukkan tumisan bumbu, merica, dan garam ke dalam kaldu ayam.

– Rebus hingga mendidih. Angkat

– Letakkan ayam suwir, telur pindang, hati ayam, dan potongan sosis solo didalam mangkuk. Siram dengan kuah panas.

– Sajikan bersama nasi putih hangat yang ditaburi bawang merah goreng (untuk lima porsi)

Berikut sedikit informasi lokasi Timlo Solo yang terkenal di kota Solo :
Timlo Sastro, sebelah timur Pasar Gede – Buka jam 07.00 WIB.
Timlo Solo, Jalan Urip Sumoharjo – Buka jam 09.00 – 21.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: